GBRAN DPC Jombang Hadirkan Program Sosial Penanganan Bibir Sumbing
GBRANJATIM.COM – Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) DPC Jombang menghadirkan program sosial Penanganan Bibir Sumbing sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Program ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga kurang mampu, agar memperoleh akses penanganan medis yang layak.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai yayasan kemanusiaan dan rumah sakit mitra yang memiliki program bantuan operasi bibir sumbing. DPC GBRAN berperan sebagai fasilitator koordinasi antara pasien, keluarga, dan pemberi bantuan.
Data Bibir Sumbing di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, insiden nasional bibir sumbing dan/atau langit-langit sumbing terjadi pada sekitar 1 bayi dari setiap 700–1.000 kelahiran hidup (1–1,5 per 1.000 kelahiran). Dengan jumlah kelahiran sekitar 4,5–4,8 juta per tahun, diperkirakan terdapat 6.000–7.500 bayi baru dengan kondisi ini setiap tahun di Indonesia.
Namun, Indonesia belum memiliki registrasi nasional cacat lahir yang lengkap, sehingga data ini bersifat estimasi berdasarkan Pedoman Nasional Kemenkes RI (2022), WHO, dan database Smile Train.
Provinsi dengan Prevalensi Tertinggi
Berdasarkan peta prevalensi per provinsi, berikut adalah daerah dengan angka prevalensi bibir sumbing tertinggi:
- DKI Jakarta – ≈ 13,9%
- Sumatera Selatan – ≈ 10,6%
- Kepulauan Riau – ≈ 9,9%
- Nusa Tenggara Barat – ≈ 8,6%
- Aceh – ≈ 7,8%
Sementara itu, provinsi dengan prevalensi terendah antara lain Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Maluku dengan angka di bawah 1%.
Dampak dan Penanganan
Bibir sumbing dan langit-langit sumbing dapat mengganggu fungsi makna, bicara, pendengaran, perkembangan gigi, serta psikososial anak. Penanganan terbaik dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari bedah plastik, bedah mulut, ortodonti, THT, terapi wicara, dan psikologi.
Provinsi dengan jumlah pasien yang menjalani operasi terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Aceh.
Peran GBRAN DPC Jombang
Dalam pelaksanaannya, DPC GBRAN akan memfasilitasi proses koordinasi dengan yayasan pemberi bantuan sehingga pasien dapat memperoleh pelayanan sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku. Setiap DPC GBRAN akan memiliki Bidang Sosial Kemasyarakatan yang bertugas:
- Mendata dan menerima laporan calon pasien.
- Melakukan verifikasi administrasi.
- Mengkoordinasikan komunikasi antara pasien, keluarga, rumah sakit, dan DPC GBRAN.
- Mendampingi proses hingga pasien mendapatkan penanganan medis.
"Karena setiap senyum adalah harapan, dan setiap bantuan adalah wujud nyata kepedulian. Melalui program ini, GBRAN berharap dapat menjadi jembatan kepedulian yang mempertemukan masyarakat yang membutuhkan dengan lembaga-lembaga kemanusiaan."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang
Komitmen GBRAN: Berani Peduli, Berani Mengabdi
Program ini dijalankan dengan prinsip berani peduli, berani mengabdi untuk Indonesia. GBRAN berkomitmen untuk bersinergi dengan yayasan dan rumah sakit mitra, serta menjalankan program secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap bayi berhak tersenyum sempurna. Ayo dukung program operasi bibir sumbing agar lebih banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan hidup lebih baik. Senyum Sehat, Masa Depan Hebat," ajak Afif.
Dengan program ini, GBRAN berharap dapat menjadi bagian dari solusi atas permasalahan kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara ormas, lembaga kesehatan, dan pemerintah.
Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: Program sosial penanganan bibir sumbing ini adalah bukti nyata bahwa GBRAN tidak hanya bergerak di bidang politik dan ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kemanusiaan. Semoga program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar