Program Kemandirian Pesantren GBRAN Jombang: Solusi Ekonomi Umat Berbasis Ponpes

Tim GBRAN Jombang saat kunjungan ke kandang ayam petelur Ponpes Tambak Beras memberikan penyuluhan pada para santri
Tim GBRAN Jombang saat kunjungan ke kandang ayam petelur Ponpes Tambak Beras memberikan penyuluhan pada para santri. (Foto: Istimewa)
Rabu, 15 Juli 2026  |  GBRAN, Jombang, Kemandirian Pesantren, One Pesantren One Product

GBRANJATIM.COM – Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) DPC Jombang terus menggencarkan program Kemandirian Pesantren sebagai salah satu unggulan organisasi. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pondok pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat ekonomi produktif bagi santri dan masyarakat sekitar.

Ketua DPC GBRAN Jombang, Afif Abdillah, dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa program ini merupakan jawaban atas tantangan ekonomi yang dihadapi pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

"Pesantren punya lahan, punya SDM santri dan ustad yang melimpah, serta kemudahan perizinan. Yang kurang adalah pendampingan, pelatihan, dan modal usaha. Di sinilah GBRAN hadir untuk menjawab kebutuhan itu."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang

Empat Masalah Utama Pesantren

Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan sejumlah pengasuh pesantren di Jombang, Afif mengidentifikasi empat masalah utama yang dihadapi pesantren dalam mengembangkan usaha produktif, yaitu:

  • Lahan dan tempat usaha — Meski pesantren umumnya memiliki lahan, belum semua dimanfaatkan secara optimal.
  • Alat produksi — Keterbatasan akses terhadap peralatan yang memadai.
  • Keterampilan — Kurangnya pelatihan teknis dan manajerial bagi santri dan pengelola.
  • Bibit, pakan, pupuk, dan obat-obatan — Modal awal untuk memulai usaha sering menjadi kendala.

Namun, Afif menegaskan bahwa pesantren memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh sektor usaha lain. "Pesantren punya lahan, tenaga kerja santri dan ustad yang melimpah, serta proses perizinan yang jauh lebih mudah—bahkan untuk skala tertentu tidak memerlukan izin PT atau CV," jelasnya.

Solusi Kemitraan dan Pendampingan

Untuk mengatasi kendala utama, yakni modal, GBRAN DPC Jombang menerapkan strategi kemitraan antar anggota dan pendampingan dari para pengurus yang berpengalaman. Program ini dikemas dalam skema "One Pesantren One Product" (OPOP).

"Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan penuh. Mulai dari pelatihan produksi, manajemen, hingga pemasaran. Kami libatkan pengurus GBRAN yang punya pengalaman di bidang usaha untuk terjun langsung bersama santri."
— Afif Abdillah

Dengan pendekatan ini, setiap pesantren diharapkan dapat mengembangkan produk unggulan yang sesuai dengan potensi lokal dan kebutuhan pasar. Mulai dari pertanian, peternakan, pengolahan pangan, hingga kerajinan tangan.

Bantuan dari Hulu ke Hilir, Siap Direalisasikan

Afif menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan bantuan dari hulu ke hilir. Mulai dari pengadaan bibit, penyediaan pakan dan pupuk, hingga pendampingan pemasaran. "Kami siap membantu pesantren dari hulu ke hilir. Mulai dari bibit, pakan, pupuk, sampai pendampingan pemasaran. Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren," tegasnya.

Rencana Bantuan yang Akan Diberikan:

  • Bibit — Ayam petelur dan benih ikan nila untuk memulai usaha.
  • Pakan dan Pupuk — Penyediaan pakan ternak dan pupuk organik.
  • Pendampingan Produksi — Pelatihan teknis dari pengurus GBRAN yang berpengalaman.
  • Pemasaran — Fasilitasi pemasaran produk ke masyarakat dan mitra usaha.

Afif menegaskan bahwa program ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. "Kami sedang finalisasi rencana dan koordinasi dengan pihak pesantren. Insya Allah dalam waktu dekat kita mulai," tambahnya.

Studi Kasus: Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras

Salah satu pesantren yang telah menjadi pilot project program ini adalah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras. Di pesantren ini, GBRAN Jombang telah melakukan survei dan pendampingan awal untuk mengembangkan usaha ayam petelur dan ikan nila hitam.

"Tambak Beras punya potensi besar. Kami akan bantu mereka kembangkan peternakan dan perikanan. Ini bukan hanya untuk konsumsi internal pesantren, tapi juga untuk dijual ke masyarakat. Ke depan, produk ini akan menjadi ciri khas dan sumber pemasukan pesantren," ungkap Afif.

Pernah Terealisasi: Minyak Urut Gapura Ponpes Mojosongo

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, program ini bukanlah hal baru bagi GBRAN Jombang. Sebelumnya, GBRAN telah berhasil membantu Pondok Pesantren Mojosongo milik Gus Idris mengembangkan produk Minyak Urut Gapura yang sempat berjalan dan dipasarkan ke masyarakat.

"Dulu kita sudah pernah bantu Ponpes Mojosongo bikin minyak urut. Itu sudah berjalan, tapi sekarang istirahat karena terkendala beberapa hal. Kami ingin menghidupkan kembali produk-produk serupa dan mengembangkannya lebih baik lagi," ungkap Afif.

Mengerahkan Sumber Daya Permodalan dan Sinergi Semua Unsur

Afif menambahkan bahwa GBRAN Jombang akan mengerahkan seluruh sumber daya permodalan dari anggota untuk mendukung program ini. "Kami memiliki anggota yang bergerak di berbagai sektor usaha. Mereka siap membantu, baik dalam bentuk modal, pelatihan, maupun jaringan pemasaran," jelasnya.

"Kami berharap ada langkah strategis dari semua unsur, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Program ini tidak akan berhasil tanpa sinergi. Mari kita bersama-sama membangun kemandirian pesantren."
— Afif Abdillah

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut serta mendukung program ini. "Dengan gotong royong, insya Allah kemandirian pesantren bisa terwujud dan berdampak luas bagi masyarakat," pungkasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Afif berharap semakin banyak pesantren yang tertarik untuk mengembangkan usaha produktif. Menurutnya, langkah kecil dari satu pesantren akan menjadi gerakan besar bagi ekonomi umat.

"Mari kita bersama-sama membangun kemandirian pesantren. Dengan gotong royong, kita wujudkan pesantren yang mandiri, santri yang berdaya, dan masyarakat yang sejahtera."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang

Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: Program Kemandirian Pesantren adalah bukti nyata bahwa ormas dapat menjadi mitra strategis pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi umat. GBRAN DPC Jombang menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak.

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

muktamar NU ke 35