GBRAN Jatim Gandeng UMKM Es Krim Wonosalam, Program Kemandirian Pesantren Segera Jalan
GBRANJATIM.COM – Senin (10/8/2026), rombongan Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) Jatim yang terdiri dari Bendahara DPD Jatim Soemadi Priono, Ketua DPC Jombang Afif Abdillah, dan Om Bin mengunjungi Bu Katiyam, pemilik usaha UMKM Es Krim Delyka Jaya di Dusun Segunung, Carangwulung, Wonosalam, Jombang.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan kepastian kerja sama yang telah disepakati antara GBRAN dan Bu Katiyam. Es krim Delyka Jaya yang mengangkat bahan baku lokal Wonosalam seperti durian, alpukat, pisang, dan buah naga akan menjadi produk unggulan yang dipasarkan di lingkungan pesantren.
Kerja Sama Sudah Deal, Tinggal Realisasi
Dalam pertemuan tersebut, kesepakatan kerja sama telah bulat. Bu Katiyam akan memproduksi es krim dengan melibatkan pelaku UMKM di Wonosalam. Sementara itu, GBRAN Jombang akan menjadi mitra pemasaran dengan mendistribusikan produk ke pondok-pondok pesantren di wilayah Jombang.
"Ini sudah deal. Kami tinggal menunggu realisasi dari Pak Soemadi untuk menyiapkan dananya. Insya Allah bulan September program ini sudah bisa berjalan," ujar Afif Abdillah.
Modal 3,5 Juta per Pondok, Dana Pribadi Soemadi Priono
Untuk memulai program ini, setiap pondok pesantren membutuhkan 1 unit freezer es krim dan label produk dengan total biaya Rp 3,5 juta. Tahap awal, GBRAN menargetkan 20 pondok pesantren pada bulan September 2026.
Pendanaan program ini sepenuhnya berasal dari dana pribadi Bendahara DPD Jatim, Soemadi Priono. Dana diperkirakan terkumpul pada bulan September, sehingga program dapat segera direalisasikan.
"Insya Allah bulan September dana sudah terkumpul. Saya siap mendanai program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kemandirian pesantren dan UMKM lokal. Semoga segera terlaksana."
— Soemadi Priono, Bendahara DPD GBRAN Jatim
Es Krim Delyka Jaya, Produk UMKM Bernilai Tinggi
Es krim Delyka Jaya merupakan produk UMKM yang mengangkat potensi lokal Wonosalam. Dengan bahan baku buah-buahan lokal seperti durian, alpukat, pisang, dan buah naga, produk ini memiliki cita rasa khas dan nilai jual tinggi.
Bu Katiyam menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, keterlibatan GBRAN akan membantu memperluas pasar dan memberdayakan lebih banyak pelaku UMKM di Wonosalam.
"Alhamdulillah, sudah deal. Tinggal menunggu eksekusi. Dengan dukungan GBRAN, kami bisa memproduksi lebih banyak dan menjangkau pasar yang lebih luas."
— Bu Katiyam, Pemilik Es Krim Delyka Jaya
Sinergi untuk Pesantren dan UMKM
Kerja sama ini menjadi contoh nyata sinergi antara GBRAN, UMKM, dan pesantren. Dengan melibatkan pesantren sebagai mitra pemasaran dan UMKM sebagai produsen, program ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi pesantren dan memberdayakan pelaku usaha lokal.
"Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang mandiri. Insya Allah September program ini mulai berjalan," pungkas Afif.
Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: Langkah GBRAN Jatim menggandeng UMKM Es Krim Delyka Jaya untuk program kemandirian pesantren adalah terobosan yang patut diapresiasi. Semoga kerja sama ini membawa keberkahan bagi pesantren dan pelaku UMKM di Wonosalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar