GBRAN Jombang Jajaki Budidaya Lele Kolam Terpal, Wujudkan Kemandirian Pesantren
Baca Juga: Program Kemandirian Pesantren GBRAN Jombang
GBRANJATIM.COM – Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) DPC Jombang terus menggerakkan program kemandirian pesantren dengan mengembangkan budidaya ikan lele berbasis kolam terpal. Program ini merupakan langkah nyata untuk memberdayakan pondok-pondok pesantren kecil di Jombang agar memiliki sumber penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan.
Tim GBRAN yang dipimpin Ketua DPC Afif Abdillah telah melakukan survei ke sejumlah ponpes. Dua di antaranya menjadi pilot project awal, yaitu Ponpes Isyadul Ibad (Balong Besok) pimpinan Gus Mukhlasin dan Ponpes Tambak Beras yang dikelola oleh pengurus, salah satunya Gus Imam Masduki.
Kolam Terpal yang Sudah Ada, Siap Dikembangkan
Hasil survei menunjukkan bahwa kedua ponpes tersebut sudah memiliki kolam terpal untuk budidaya ikan, namun belum dikelola secara maksimal. Ponpes Isyadul Ibad memiliki 3 kolam terpal, sedangkan Ponpes Tambak Beras memiliki 1 kolam terpal.
"Kami melihat potensi besar di kedua ponpes ini. Kolam terpal sudah ada, tinggal kita optimalkan dengan bibit unggul, pakan, dan pendampingan. Ini yang akan kami lakukan," ujar Afif.
Jaminan Pasar dan Pakan dengan Sistem Bayar Setelah Panen
Afif tidak hanya berhenti pada survei. Ia telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan keberhasilan program:
- Melobi para tengkulak ikan — banyak yang menyanggupi untuk mengambil hasil panen.
- Kerja sama dengan pabrik pakan — sistem bayar setelah panen, sehingga ponpes tidak terbebani modal di awal.
"Kami sudah bicara dengan tengkulak, mereka siap ambil hasil panen. Kami juga sudah komunikasi dengan pabrik pakan, mereka setuju dengan sistem bayar setelah panen. Ini mengurangi beban modal pesantren."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang
Pengadaan Kolam dan Bibit Dibahas di Forum GBRAN
Untuk pengadaan kolam tambahan dan bibit ikan, akan dibahas dalam forum GBRAN secara kolektif. Afif menekankan bahwa program ini adalah gerakan bersama, bukan kerja individu.
"Semua keputusan tentang pengadaan kolam dan bibit akan kita bahas bersama di forum GBRAN. Ini adalah program kita semua, untuk kemandirian pesantren," tambahnya.
Dari 2 Ponpes ke Seluruh Jombang dan Jatim
Dua ponpes ini menjadi langkah awal dari program yang lebih besar. Afif menargetkan program ini dapat diperluas ke seluruh ponpes kecil di Jombang dan wilayah lain di Jawa Timur.
"Ini baru awal. Kami ingin semua ponpes kecil di Jombang merasakan manfaatnya. Ke depan, program ini akan kami kembangkan ke wilayah lain di Jawa Timur."
— Afif Abdillah
Kemandirian Pesantren, Wujud Nyata GBRAN
Program budidaya ikan lele kolam terpal ini menjadi bukti nyata komitmen GBRAN dalam mewujudkan kemandirian pesantren. Dengan skema yang sudah terencana, mulai dari hulu (bibit dan pakan) hingga hilir (pemasaran), program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang direplikasi di banyak pesantren.
"Kami tidak hanya datang, melihat, lalu pergi. Kami hadir untuk mendampingi, memfasilitasi, dan memastikan pesantren bisa mandiri. Itu adalah janji kami," pungkas Afif.
Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: GBRAN Jombang kembali menunjukkan bahwa program kemandirian pesantren bukan sekadar wacana. Dengan langkah nyata dan skema yang terencana, budidaya lele kolam terpal ini diharapkan menjadi salah satu pilar ekonomi pesantren di Jombang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar