Usai Hadiri Pelantikan DPD GBRAN di Jakarta, Afif Panen Kopi di Kebun Karang Kadempel

Afif Abdillah sedang memanen kopi di Kebun Karang Kadempel
Afif Abdillah sedang memanen kopi di Kebun Karang Kadempel, Bareng, Jombang. (Foto: Istimewa)
Senin, 10 Agustus 2026  |  GBRAN, Jombang, Kopi Bareng, Kemandirian

GBRANJATIM.COM – Pasca menghadiri acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/8/2026), Afif Abdillah (Ketua DPC GBRAN Jombang) dan Om Bin (pengurus DPC) tak tinggal diam. Mereka langsung kembali ke Jombang dan turun ke kebun kopi milik Afif di Bareng, Jombang.

Kebun kopi yang diberi nama "Kebun Karang Kadempel" ini memiliki karakteristik unik karena letaknya di pinggir sungai dengan tanah karang yang bercampur tanah liat atau parang. Kondisi tanah inilah yang memberikan cita rasa khas pada kopi yang dihasilkan.

Om Bin dan Afif Abdillah memanen kopi di Kebun Karang Kadempel
Om Bin dan Afif Abdillah bersama-sama memanen kopi di Kebun Karang Kadempel, Bareng. (Foto: Istimewa)

Kebun Karang Kadempel, Kopi Khas Tanah Karang dan Parang

Kebun Karang Kadempel bukanlah kebun kopi biasa. Letaknya yang berada di pinggir sungai dengan karakter tanah karang yang bercampur tanah liat atau parang menjadikan kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan kopi dari daerah lain.

Kopi dari Kebun Karang Kadempel ini juga berbeda dengan produk kopi Wonosalam yang sebelumnya menjadi program kemandirian pesantren. Kopi Bareng ini adalah kopi milik pribadi Afif yang dikelola untuk menunjang biaya operasional perjuangan GBRAN.

Afif membawa sekarung biji kopi dari Kebun Karang Kadempel
Afif Abdillah membawa sekarung penuh biji kopi hasil panen dari Kebun Karang Kadempel. (Foto: Istimewa)

Kopi Bareng, Komoditas Bernilai Tinggi untuk Perjuangan

Kopi yang dipanen dari Kebun Karang Kadempel ini nantinya akan dijemur dan digiling menjadi bubuk kopi. Dengan kualitas tanah yang khas, kopi ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi, mencapai Rp 160.000 – Rp 180.000 per kilogram dalam bentuk bubuk.

"Hasil penjualan kopi dari Kebun Karang Kadempel ini akan kami gunakan untuk biaya operasional perjuangan GBRAN. Ini adalah bentuk kemandirian kami," ujar Afif.

"Kopi Bareng ini beda dengan kopi Wonosalam. Ini kopi milik pribadi yang kami kelola untuk menunjang perjuangan. Tanah karangnya memberi cita rasa tersendiri."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang

Kebun Kopi, Lumbung Perjuangan GBRAN

Bagi Afif, kebun kopi bukan sekadar lahan perkebunan. Ini adalah "lumbung perjuangan" yang setiap panennya memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan gerakan. Dengan mengelola kebun kopi secara mandiri, ia menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian penting dari perjuangan organisasi.

"Kami tidak mau hanya mengandalkan donasi atau bantuan. Kami ingin buktikan bahwa GBRAN juga bisa mandiri. Kebun Karang Kadempel ini adalah salah satu buktinya," tegas Afif.

Kemandirian, Kunci Perjuangan GBRAN

Aktivitas Afif dan Om Bin memanen kopi di Kebun Karang Kadempel setelah menghadiri pelantikan DPD GBRAN se-Indonesia menjadi simbol nyata dari semangat kemandirian yang diusung oleh Gerakan Berani Nusantara. Mereka tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga bergerak dan bekerja untuk mewujudkannya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan GBRAN lahir dari kerja nyata. Dari kebun, dari kopi, dari keringat kami sendiri. Inilah GBRAN."
— Afif Abdillah

Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: Semangat kemandirian yang ditunjukkan Afif dan Om Bin setelah menghadiri pelantikan DPD GBRAN adalah inspirasi bagi seluruh kader. Perjuangan tidak hanya di atas panggung, tetapi juga di kebun, di pasar, dan di tengah masyarakat.

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GBRAN Jatim

GBRAN

Gerakan Berani Nusantara

DPD Jawa Timur

ARSIP ARTIKEL GBRAN JATIM

Status Sistem: Mengakses Log Informasi...

    Ucapan selamat GBRAN Jatim atas pelantikan DPD se-Indonesia

    GBRAN JATIM

    Selamat atas Pelantikan

    DPD GBRAN se-Indonesia

    VIDEO TERBARU