GBRAN Jombang Jajaki Sinergi dengan Petani Hutan Wonosalam, Janjikan Pupuk Murah
GBRANJATIM.COM – Tim Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) DPC Jombang melanjutkan safari silaturahmi dengan mengunjungi Kelompok Tani Hutan (KTH) Kepuh di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Rombongan yang terdiri dari Afif Abdillah (Ketua DPC), Om Bin (Bin Varadis), dan Sony Darwanto (Wakil Bendahara) ini didampingi oleh Babhinkamtibmas setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi program GBRAN, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan petani dan akses pupuk.
Petani Hutan Tak Bisa Akses Pupuk Subsidi
Dalam pertemuan tersebut, tim GBRAN mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi para petani hutan. Mereka mengeluhkan mahalnya harga pupuk karena petani hutan tidak berhak menerima pupuk subsidi dari pemerintah.
Para petani hutan Wonosalam membenarkan hal tersebut. Mereka menyatakan bahwa selama ini mereka sulit mengakses pupuk bersubsidi, sehingga harus membeli pupuk dengan harga pasar yang jauh lebih mahal. Kondisi ini membuat biaya produksi mereka membengkak dan keuntungan semakin tipis.
"Kami petani hutan, tapi kami tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi. Harga pupuk di pasaran mahal, sementara hasil panen belum tentu sebanding. Ini yang membuat kami kesulitan."
— Perwakilan KTH Kepuh Wonosalam
Afif Abdillah: GBRAN Akan Usahakan Pupuk Murah
Menanggapi keluhan para petani, Afif Abdillah menyatakan bahwa GBRAN akan berupaya membantu menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani hutan Wonosalam.
"Kami mendengar keluhan bapak-bapak semua. Selama ini petani hutan tidak mendapat akses pupuk subsidi. Kami dari GBRAN akan berusaha mengusahakan pupuk dengan harga yang lebih murah. Ini adalah komitmen kami untuk petani," tegas Afif.
"Kami dari Gerakan Berani Nusantara siap membantu. Pupuk murah untuk petani adalah salah satu fokus kami. Kami akan cari solusi terbaik agar bapak-bapak bisa berproduksi dengan biaya yang lebih ringan."
— Afif Abdillah, Ketua DPC GBRAN Jombang
Babhinkamtibmas Apresiasi Kepedulian GBRAN
Babhinkamtibmas yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kepedulian GBRAN terhadap nasib petani hutan di wilayahnya.
"Kami sangat mengapresiasi kedatangan GBRAN. Keluhan petani tentang pupuk memang sudah lama kami dengar. Semoga dengan adanya GBRAN, ada solusi yang bisa dirasakan oleh para petani."
— Babhinkamtibmas Wonosalam
Sinergi untuk Petani dan Keberlanjutan Hutan
Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi antara GBRAN dan kelompok tani hutan di Wonosalam. Selain masalah pupuk, GBRAN juga membahas potensi pengembangan produk olahan seperti kopi dan rempah yang bisa meningkatkan nilai tambah bagi petani.
"Kami tidak hanya ingin membantu pupuk, tetapi juga ingin petani memiliki produk yang bernilai. Kopi Wonosalam sudah kami produksi sebagai sampel. Ke depan, kami ingin petani hutan bisa ikut terlibat dalam produksi dan pemasarannya," pungkas Afif.
Pesan Redaksi GBRANJATIM.COM: GBRAN Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, kali ini dengan mendengar dan merespons keluhan petani hutan Wonosalam. Sinergi ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan hutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar